PADAMU PEMUDA BANGSA
Surat sang pahlawan
Padamu sang pemuda bangsa,
Kuwasiatkan sebuah hikmah perjuangan
Kutitipkan sebukit harapan ditangan mungilmu
Karena aku percaya,
Kalian lebih mampu dari kami semua
Dulu,
Kemerdekaan seperti impian dibatas kemungkinan
Senjata kami sebatas bambu runcing
bertarung melawan senapan yang terlalu cepat
Kami sadar, nyawa kami sudah diintip malaikat maut
Sedih menggenggam hati kami
Saat kutinggalkan anak - anak ku
Masih dapatkah kupeluk mereka setelah perang usai?
Masih dapatkah kukecup kening istriku?
Kalian, wahai pemuda
Yang hidup atas nyawa kami
Jangan biarkan kemerdekaan terlantarkan
Tersia siakan oleh bejad moral liberalismu
Jangan biarkan pertiwi berduka
Atas kekhilafan akhlaq sosialismu
Atas kemalasan humanismemu
Kalian adalah harapan
Saat kami berperang,
Kami tahu mungkin tak akan menikmati kemerdekaan
Namun kami yakin,
Kemerdekaan tetap hal yang harus diperjuangkan
Untukmu,
anak cucuku.
Kalian, kalian adalah para pemuda bangsa
Tunas yang menumbuhkan sepohon asa
Persatukanlah cita,
Dalam impian Indonesia yang berjaya
search poetry
Showing posts with label Puisi Kemerdekaan. Show all posts
Showing posts with label Puisi Kemerdekaan. Show all posts
Puisi Kemerdekaan - Sang Pahlawan
Puisi Kemerdekaan Sang Pahlawan
Puisi Kemerdekaan Sang Pahlawan
PADAMU PEMUDA BANGSA
Surat sang pahlawan
Padamu sang pemuda bangsa,
Kuwasiatkan sebuah hikmah perjuangan
Kutitipkan sebukit harapan ditangan mungilmu
Karena aku percaya,
Kalian lebih mampu dari kami semua
Dulu,
Kemerdekaan seperti impian dibatas kemungkinan
Senjata kami sebatas bambu runcing
bertarung melawan senapan yang terlalu cepat
Kami sadar, nyawa kami sudah diintip malaikat maut
Sedih menggenggam hati kami
Saat kutinggalkan anak - anak ku
Masih dapatkah kupeluk mereka setelah perang usai?
Masih dapatkah kukecup kening istriku?
Masih dapatkah kukecup kening istriku?
Kalian, wahai pemuda
Yang hidup atas nyawa kami
Jangan biarkan kemerdekaan terlantarkan
Tersia siakan oleh bejad moral liberalismu
Jangan biarkan pertiwi berduka
Atas kekhilafan akhlaq sosialismu
Atas kemalasan humanismemu
Kalian adalah harapan
Saat kami berperang,
Kami tahu mungkin tak akan menikmati kemerdekaan
Namun kami yakin,
Kemerdekaan tetap hal yang harus diperjuangkan
Untukmu,
anak cucuku.
Kalian, kalian adalah para pemuda bangsa
Tunas yang menumbuhkan sepohon asa
Persatukanlah cita,
Puisi Kemerdekaan Tentang Kematian
Puisi Kemerdekaan Tentang Kematian
Dor,,, musik indah kala perang
Si bayi menangis nangis
Ibu telah tiada karena tembusan timah panas
Sang Ayah telah pergi menghalau setan penjajah
Pun akhirnya tersenyum meneteskan tinta merah perjuangan
Sang bumi memendam sisa ragawi pelayan kebebasan
Duhai pahlawanku
Tenanglah bersama kedamaian sang bumi
Seperti bumi yang terinjak
Namun tetap menumbuhkan sang kehijauan
Namun tetap mengalirkan sang gemericik
Namun tetap menjadi tempat sang tertanam
Seperti engkau yang terkorbankan
Namun tetap dalam ziarah perjuangan
Namun tetap bergema takbir pengorbanan
INDONESIA, AKU MASIH TETAP MENCINTAIMU
INDONESIA, AKU MASIH TETAP MENCINTAIMU
Puisi Ahmadun Yosi Herfanda
Indonesia, aku masih tetap mencintaimu
Sungguh, cintaku suci dan murni padamu
Ingin selalu kukecup keningmu
Seperti kukecup kening istriku
Tapi mengapa air matamu
Masih menetes-netes juga
Dan rintihmu pilu kurasa?
Burung-burung bernyanyi menghiburmu
Pesawat-pesawat menderu membangkitkanmu
Tapi mengapa masih juga terdengar tangismu?
Apakah kau tangisi hutan-hutan
Yang tiap hari digunduli pemegang hapeha?
Apakah kau tangisi hutang-hutang negara
Yang terus menumpuk jadi beban bangsa?
Apakah kau tangisi nasib rakyatmu
Yang makin tergencet kenaikan harga?
Atau kau sekadar merasa kecewa
Karena rupiahmu terus dilindas dolar amerika
Dan IMF, rentenir kelas dunia itu,
Terus menjerat dan mengendalikan langkahmu?
Ah, apapun yang terjadi padamu
Indonesia, aku tetap mencintaimu
Ingin selalu kucium jemari tanganmu
Seperti kucium jemari tangan ibuku
Sungguh, aku tetap mencintaimu
Karena itulah, ketika orang-orang
Ramai-ramai membeli dolar amerika
Tetap kubiarkan tabunganku dalam rupiah
Sebab sudah tak tersisa lagi saldonya!
Jakarta, 1997/2008
NEGERI YATIM
NEGERI YATIM
: Wiji Thukul WijayaPuisi Acep Syahril
Di rumahmu yang sumpek itu tanpa basa basi
kita saling mentertawakan diri sendiri
kau tertawa melihat telapak kakiku yang lebar
aku juga tertawa melihat mata dan gigimu
yang maju nanar leak karib yang mempertemukan
kita cuma tertawa lalu kau perkenalkan sipon
istrimu padaku aku serius menyambut
uluran tangannya tanpa tawa karena aku tau
kau terus mengawasi hatiku yang menggoda
setelah itu kita mulai cerita dan tak banyak
bicara soal sastra tapi sedikit menyinggung
tentang negara kau bilang hidup di indonesia
seperti bukan hidup di negara kita lalu
ku bilang kalau saat ini kita hidup
di negeri yatim yang sudah lama di tinggal
mati bapak sedang ibu pergi menjadi angin
kau cuma mengangguk-angguk tapi dari dialekmu
yang gagap dan cadel itu kau seolah memeram
amarah kau bilang ibu kita yang angin itu
telah di kawin paksa lelaki kejam dan tiran
dia sering kali mengirim tentara polisi
dan mata-matanya untuk menghabisimu
serta teman-teman kita
mereka tidak lebih jantan dariku katamu
mereka seperti sudah kehabisan akal bahkan
tak punya waktu berpikir untuk mengatasi
persoalan bangsanya selain menggunakan fisik
kekuasaan dan senjata menculik atau kalau
bisa membantainya mereka sungguh tak punya malu
sayang ibu kita cuma angin katamu
sejenak kita terdiam tapi aku membaca siratan
kecewa di gelisahmu tentang pilih kasih
orang tua kita yang lebih berpihak pada
penghianat maling dan pecundang itu
karena mereka adalah asset hidup yang bisa
dijadikan pemuas nafsu para penegak hukum
dan aku juga bercerita banyak soal
saudara-saudara kita yang dikejar-kejar
polisi karena mencuri ayam atau jemuran
tetangganya lalu kaki atau paha mereka
dibolongi timah panas kalau tidak digebugi
sampai sekarat dengan interogasi gaya kompeni
di luar matahari tegak berdiri di dalam kau
tengkurap di atas amben bambu menghadap
kali aku duduk di sofa bodol kempes yang
kondisinya seperti saudara-saudara kita
yang kurang gizi sembari cerita kalau kemarin
aku baru saja berkelahi dengan polsuska
distasiun balapan solo seusai baca puisi di
gerbong eksekutif karena mereka kira aku sedang
demonstrasi atau sedang menghasut orang
untuk menentang kejahatan penguasa di negeri ini
setelah sempat pukul-pukulan aku lari karena
aku tau ibu kita cuma angin sedangkan mereka
tak punya hati lalu kau tertawa dengan mata
terbenam dan mengingatkan agar aku jangan lagi
ngamen puisi di depan polisi
tak terasa di luar matahari makin miring
ke kiri sementara kita masih ingin menuntaskan rindu
untuk bicara apa saja tentang negara dan
berencana mencari kuburan bapak yang entah dimana
serta menunggu belaian ibu yang hanya
terasa kelembutannya
ah kita benar-benar yatim katamu
dan sebelum matahari benar-benar pergi aku
pamit dengan harapan kita bisa bertemu dan saling
mentertawakan diri lagi membacakan puisi
dengan leluasa di hadapan ibu
tapi kuperhatikan kau tercenung lama seperti ada
sisa kecewa yang belum juga bisa kau terima
atas siksa yang pernah kau rasa dari kepal tinju
para penindas dan hantaman popor senjata
kaki tangan penguasa lalu dengan arif kujagakan
kediamanmu serta meyakinkan kalau suatu saat
ibu kita yang angin itu akan memuntahkan
kembali segala bentuk kecurigaan dan tuduhan
serta pidato pediti politik atau ceramah cerimih
mereka lalu kata-katanya berubah jadi hewan buas
menakutkan yang akan mencabik-cabik
mulut mereka dan senantiasa mengusik setiap
upacara pagi apel bendera
Berkibarlah sang merah putih

BERKIBARLAH SANG MERAH PUTIH
Detik demi detik kau diperjuangkan
Menit demi menit kau direbutkan
Kini kau bebas berkibar benderaku
Kini kau diagungkan banyak orang
Merah putih kaulah lambang kehidupan Warnamu mempunyai arti yang bermakna
Dan warnamu tak kan pernah pudar
Walaupun badai menerjang
Kaulah sang keberanian dan kesucian yang abadi selamanya
Kau diperjuangkan dengan setetes darah yang berarti
Kau dijunjung ke tempat yang lebih tinggi
Berkibarlah benderaku dan tetaplah merdeka
Aku kan selalu hormat padamu
Berkibarlah sang merah putih
Dan teruslah kau berkibar ditiang yang lebih tinggi dihari kemerdekaan ini
Kau adalah belahan jiwaku ditanah air Indonesia tercinta ini
Kuingin kau tetap dihadapanku untuk selamanya
Merdeka, merdekalah benderaku, merdekalah Negara Indonesiaku
Kau akan tetap jaya untuk selamanya
Damai ku pada Negeri

DAMAI KU PADA NEGRI
Hembusan angin yang bersahat dengan jatuhnya air
menyelimuti jiwa-jiwa yang bersemangat
dengan kesejukan udara menyampaikan bisikan alamnya
bagaikan merasuk seluruh raga sukma
Pada lelah tubuh dari bagian tanah dan bebatuan ini
disaksikan oleh pepohonan dan dedaunan
kaki yang terus melangkah membawa ku pada ketinggian
tak surut dari cucuran keringat yang membasahi jiwa
Sebagai bukti untuk menikmati keagungannya
dari illahi yang menuju kedamaian pada tanah negri ku tercinta
Merdeka Indonesiaku

MERDEKA INDONESIAKU
Tergugah karena rasa
Terlempar karena derita
Penjajah pergi dari negeri kita
Kemerdekaan diraih dengan taruhan nyawa
Saatnya perangi kebodohan dari Indonesia terkini
Isi kemerdekaan dengan belajar, belajar, belajar bagi para pelajar saat ini
Jangan mau dibodohi orang lain dalam negeri sendiri
Teruskan perjuangan dengan membangun negeri ini
Jadilah satu walau berbeda
Jangan berpecah karena masalah
Bersatulah untuk memecahkan masalah
Indonesia tetap jaya
Indonesia Negeri ku

INDONESIA NEGERIKU
Ku lihat desah tangis dan tawa yang meredup
Lelaki yang membawa seribu baja
Menjajah wilayahku
Mengambil darah dan keringat dari bangsaku
Dengan luka di ujung tahta
Ku hantamkan tombak
Menjadi pekik dan deru getar di dada
Mengalahkan rasa egoismu
Maka darah dan wajah mengetuk pintu maut
Membakar dendam negeri
Dengan apa yang ku punya
Dengan apa yang ku pertahankan
Tak sudi keluargaku kau tindas
Tak rela indonesia kau ambil
Kau takan bisa menghapus semangatku
Karena indonesia negeriku
Tanah Air ku

TANAH AIRKU
Beribu pulau kau satukan.......
Dalam genggaman mu......
Dari sabang sampai marauke....
Lautanmu yang luas,menjadi penghias bumi...
Tanahmu yang subur...
Menjadi makanan bagi kami dan juga pemandangan bagi kami.....
Pegununganmu yang menjulang tinggi...
Lautanmu yang luas.....
Dan alammu yang indah
Menambah kesan tanah airku yang indah......
Puisi Kemerdekaan - Tanah Kelahiran

Masih ku ingat... Masih ku bayang... Tanah kering akan air Tanah banjir yang meluap Kata-kata permai sang Ibunda permata Nasihat purwa Ayah sang abdi Terikat irama si lagu dendang Berkelana di negeri asing jauh berada Rinduku akan masa-masa lampau Masih ku kenang budayawi negara Tanah tercinta jadi penantian Disana aku bersuka,berduka,riang gembira Kawan-kawan dari berbagai adat Masih aku inginkan masa-masa lampau Di tanah kelahiranku
Tanah Kelahiran

Tanah Kelahiran
Masih ku ingat... Masih ku bayang... Tanah kering akan air Tanah banjir yang meluap Kata-kata permai sang Ibunda permata Nasihat purwa Ayah sang abdi Terikat irama si lagu dendang Berkelana di negeri asing jauh berada Rinduku akan masa-masa lampau Masih ku kenang budayawi negara Tanah tercinta jadi penantian Disana aku bersuka,berduka,riang gembira Kawan-kawan dari berbagai adat Masih aku inginkan masa-masa lampau Di tanah kelahiranku
Kebudayaan Indonesia

Kebudayaan Indonesia
Negri elok penuh pesona Menebar istiadat bangsa Pusaka nenek moyang kita memukau mata dunia
Indah ragam budaya indonesia Gemulai tarian daerahnya Tangkasnya pencak silat Lugunya wayang golek Uniknya ukiran batik Merdunya suara gamelan Itulah indonesia
Aku bangga.... Menjadi anak indonesia Melestarikan budaya bangsa Warisan leluhur kita
Sejarah Baru
Sejarah Baru

SEJARAH BARU
Panas tak jadi masalah Sore apalagi Malam? Jangan tanya Mau berjalan atau berlari Mau selambat siput atau pura-pura secepat pembalap Itu semua sama saja tujuannya dilihat dulu ujung-ujungnya apalagi kalau yang merombak hancur negara kerja, tentu saja mereka kerja justru itu yang dibuat kesempatan patok-mematok sau sama lain disalahkan? nyuap hakim yang disuap mau-mau saja kan harusnya tahu apa saja tugas hakim seorang tokoh yang ditanggungi kejujuran tapi apa? Sama-sama berdasi Sama-sama berekor Sama-sama suka mengendus-endus Sama-sama suka duit Inikah negara? Mamatung dirayapi rakyat yang sengsara Menyelam kedasar lautan untuk bersembunyi Itu namanya bangkai Pasti kecium Inikah negara? Balutas korup yang merakyat Membisu disudut-sudut Hanya uang, mampu menyekap mulut-mulut untuk tak berkoar banyak Inikah negara? Berjanji bersumpah serapah pada hukum dan ideologi seturutnya Membusuk yang akan menikam lebih dalam Lalu dipermalukan Hutang dimana-mana Tikus dimana-mana Rakyat pun sengsara menanggung malu Inikah negara? Menyusun harapan dari ideology untuk sejahtera Namun tak sejalan mulus jalur kereta Menipu daya yang lemah Menyejahterakan yang berdasi Menikam ulu hati yang bergantung harap Menyiksa batin pada yang berharap lebih Lalu membantai habis harga diri negara Lenyap Tak ada harapan lagi Malu atau tidak Pasti banyak alasan Hanya koaran tak berlaku yang dibuat-buat Agar negara tak terlalu malu dihadapan negara lain Agar eksistensi menanjak dengan bual konyol Agar yang berdasi msih bisa beli dasi baru Menyelam dalam lah Tikus-tikus konyol Temui racun-racun yang menghinggapimu Temui tikus konyol yang lain agar saling bantai Lalu porak poranda Lalu habis berteteran Dan sejarah baru ditemukan

SEJARAH BARU
Panas tak jadi masalah Sore apalagi Malam? Jangan tanya Mau berjalan atau berlari Mau selambat siput atau pura-pura secepat pembalap Itu semua sama saja tujuannya dilihat dulu ujung-ujungnya apalagi kalau yang merombak hancur negara kerja, tentu saja mereka kerja justru itu yang dibuat kesempatan patok-mematok sau sama lain disalahkan? nyuap hakim yang disuap mau-mau saja kan harusnya tahu apa saja tugas hakim seorang tokoh yang ditanggungi kejujuran tapi apa? Sama-sama berdasi Sama-sama berekor Sama-sama suka mengendus-endus Sama-sama suka duit Inikah negara? Mamatung dirayapi rakyat yang sengsara Menyelam kedasar lautan untuk bersembunyi Itu namanya bangkai Pasti kecium Inikah negara? Balutas korup yang merakyat Membisu disudut-sudut Hanya uang, mampu menyekap mulut-mulut untuk tak berkoar banyak Inikah negara? Berjanji bersumpah serapah pada hukum dan ideologi seturutnya Membusuk yang akan menikam lebih dalam Lalu dipermalukan Hutang dimana-mana Tikus dimana-mana Rakyat pun sengsara menanggung malu Inikah negara? Menyusun harapan dari ideology untuk sejahtera Namun tak sejalan mulus jalur kereta Menipu daya yang lemah Menyejahterakan yang berdasi Menikam ulu hati yang bergantung harap Menyiksa batin pada yang berharap lebih Lalu membantai habis harga diri negara Lenyap Tak ada harapan lagi Malu atau tidak Pasti banyak alasan Hanya koaran tak berlaku yang dibuat-buat Agar negara tak terlalu malu dihadapan negara lain Agar eksistensi menanjak dengan bual konyol Agar yang berdasi msih bisa beli dasi baru Menyelam dalam lah Tikus-tikus konyol Temui racun-racun yang menghinggapimu Temui tikus konyol yang lain agar saling bantai Lalu porak poranda Lalu habis berteteran Dan sejarah baru ditemukan
Indonesiaku
Indonesiaku

Indonesiaku Pandai Sudah
Semua orang bertanya Semua orang menjawab Semua mulut menganga Semua suara teriak Gema kritik kanan kiri Lupa cermin lupa luka Semua menyayat Semua mengalir Membawa kebebasan atas adat yang terikat Keluar dari rantai alami Membentuk rantai mutasi Semua berubah dalam usaha bumi memulihkan diri Semua abu abu Merah kelabu Kuning kelabu Hijau kelabu Langit biru kelabu Pertiwi kini tersenyum kecut Dalam hati ia bergumam “Ah, sudah pandai . . . Silahkan!” Tapi hilang satu bilangan . . . . Kejujuran

Indonesiaku Pandai Sudah
Semua orang bertanya Semua orang menjawab Semua mulut menganga Semua suara teriak Gema kritik kanan kiri Lupa cermin lupa luka Semua menyayat Semua mengalir Membawa kebebasan atas adat yang terikat Keluar dari rantai alami Membentuk rantai mutasi Semua berubah dalam usaha bumi memulihkan diri Semua abu abu Merah kelabu Kuning kelabu Hijau kelabu Langit biru kelabu Pertiwi kini tersenyum kecut Dalam hati ia bergumam “Ah, sudah pandai . . . Silahkan!” Tapi hilang satu bilangan . . . . Kejujuran
Puisi Kemerdekaan - jejak sang pahlawan
Puisi Kemerdekaan

Kemerdekaan merupakan salah satu cita - cita tertinggi dari suatu bangsa. Kebebasan dalam berdaulat, menentukan nasibnya sehingga tidak dijajah dari bangsa lain merupakan keinginan yang sah yang diakui oleh dunia. Ini termaktub pembukaan undang - undang dasar negara republik Indonesia.
Beberapa puluh tahun yang lalu bahkan kemerdekaan disandingkan dengan kematian. Harganya sama dengan kehidupan. Moto "MERDEKA ATAU MATI" menandakan betapa kehidupan harus disertai kemerdekaan dan jika tidak maka lebih baik mati. Karena begitu pentingnya kemerdekaan bagi bangsa ini, para pejuang tidak gentar untuk menghadapi pasukan penjajah yang notabene memiliki persenjataan lebih lengkap. Jutaan nyawa melayang demi kemerdekaan. Untuk mengenang jasa para pahlawan admin akan membagikan beberapa puisi kemerdekaan yang semoga bisa membuka mata kita betapa kita yang hidup di jaman sekarang harus lebih bisa mempertahankan kemerdekaan.
Jejak Sang Pahlawan
Menatap jejak itu,
Waktu mencatat langkah langkahmu
Meski tak mengenal dirimu
Namun, Tuhan telah menyimpan sang waktu
Sebagai sejarah para syuhada
Darah menetes netes
Menganak sungai mewarnai merah perjuanganmu
Pekikan Takbir bergema mengiringi pengorbananmu
Sejenak, kisah ini tak selesai dalam kurun senjamu
Jejak itu ada,
Tapi tertutup daun kebejadan
Negara terkoyak dengan kebohongan
Rakyat ditampar dengan kemiskinan
Jejak itu ada,
Tapi dilupakan oleh yang mewakili bangsa
Mengapa beradu kuasa jika dulu bersatu mendapatkan kuasa?
Mengapa berebut tahta jika dulu kemerdekaan meminta nyawa?
Malulah pada yang berkorban tanpa tahta
tanpa pangkat
tanpa kursi suara
tapi mereka, nyawapun siap dilayangkan
Puisi Kemerdekaan
Puisi Kemerdekaan
Kemerdekaan merupakan salah satu cita - cita tertinggi dari suatu bangsa. Kebebasan dalam berdaulat, menentukan nasibnya sehingga tidak dijajah dari bangsa lain merupakan keinginan yang sah yang diakui oleh dunia. Ini termaktub pembukaan undang - undang dasar negara republik Indonesia.
Beberapa puluh tahun yang lalu bahkan kemerdekaan disandingkan dengan kematian. Harganya sama dengan kehidupan. Moto "MERDEKA ATAU MATI" menandakan betapa kehidupan harus disertai kemerdekaan dan jika tidak maka lebih baik mati. Karena begitu pentingnya kemerdekaan bagi bangsa ini, para pejuang tidak gentar untuk menghadapi pasukan penjajah yang notabene memiliki persenjataan lebih lengkap. Jutaan nyawa melayang demi kemerdekaan. Untuk mengenang jasa para pahlawan admin akan membagikan beberapa puisi kemerdekaan yang semoga bisa membuka mata kita betapa kita yang hidup di jaman sekarang harus lebih bisa mempertahankan kemerdekaan.
Jejak Sang Pahlawan
Menatap jejak itu,
Waktu mencatat langkah langkahmu
Meski tak mengenal dirimu
Namun, Tuhan telah menyimpan sang waktu
Sebagai sejarah para syuhada
Darah menetes netes
Menganak sungai mewarnai merah perjuanganmu
Pekikan Takbir bergema mengiringi pengorbananmu
Sejenak, kisah ini tak selesai dalam kurun senjamu
Jejak itu ada,
Tapi tertutup daun kebejadan
Negara terkoyak dengan kebohongan
Rakyat ditampar dengan kemiskinan
Jejak itu ada,
Tapi dilupakan oleh yang mewakili bangsa
Mengapa beradu kuasa jika dulu bersatu mendapatkan kuasa?
Mengapa berebut tahta jika dulu kemerdekaan meminta nyawa?
Malulah pada yang berkorban tanpa tahta
tanpa pangkat
tanpa kursi suara
tapi mereka, nyawapun siap dilayangkan
Puisi Cinta Tanah Air Nusantara Indonesia
puisi nusantara
Puisi Cinta Tanah Air Nusantara Indonesia
Indonesia, memiliki sejarah panjang yang berliku dan syarat akan makna. Mulai dari zaman kerajaan hindu, kemudian beralih ke kerajaan - kerajaan islam hingga kemudian menjadi perebutan oleh bangsa - bangsa penjajah hingga kemudian mengalami zaman reformasi. Perjalanan bangsa ini jika kita fikir secara mendalam, saat ini, ketika anda duduk di depan komputer menikmati berbagai fasilitas dan kebebasan untuk mengakses informasi, ada banyak darah yang telah tertetes, ada banyak nyawa yang melayang demi kemerdekaan bangsa Indonesia.
Kini dengan berbagai fasilitas dan kemudahan yang dapat kita rasakan tanpa berperang, tanpa merasakan ketakutan akan terbunuh rupanya telah menenggelamkan kita pada kemalasan. Bahkan, kita lupa dengan pahlawan - pahlawan dan kita lupa dengan nasionalisme yang karena perasaan cinta tanah air inilah sehingga kemudian bangsa ini kemudian lepas dari penjajahan negara asing. Maka, mari kita tanamkan kecintaan kita pada bangsa ini, bangsa yang tanahnya kita pijak, bangsa yang airnya kita minum, bangsa yang telah menhidupi kita dan mungkin bangsa yang akan menjadi tempat peristirahatan kita.
Karena pentingnya perasaan cinta tanah air, maka admin web ingin membagikan beberapa contoh puisi cinta tanah air yang diharapkan dapat membangkitkan semangat kebangsaan serta menambah kecintaan kita pada negeri yang dikenal sebagai potongan syurga, Selamat membaca artikel tentang puisi cinta tanah air indonesia.
Puisi Cinta Tanah Air Nusantara Indonesia
Dimana kemerdekaan?
Saat kau berkata
Negara Kita Negara Merdeka
Dimana kemerdekaan itu?
Apakah pada kontrak luar negeri
Apakah pada TKI - TKI yang bekerja sendiri
Hingga pulang membawa mati
Meninggalkan bayi - bayi
Ataukah pada kekayaan alam
Yang mengenyangkan bangsa lain
Menguras simpanan ibu pertiwi
Hingga bencana melanda negeri
Apakah ini yang disebut kemerdekaan
Saat kita tertunduk
Ketika Hukum kita tak lagi terhormat
Dan Pemimpin mengekor ketakutan
Wahai pemuda,
Dimana kemerdekaan kalian
Dimana perjuangan kalian
Kemerdekaan kita direnggut
Bukan lewat senjata dan perang
Kemerdekaan kita direnggut
Olah hancurnya ahlak dan moral
Dengan Apa Kita Bersyukur?
Anakku, Mari kita berdiri di tengah imajinasi
Anakku, Mari kita berdiri di tengah imajinasi
Bayangkan wahai pemuda,
Di kepala kalian terikat kain merah putih
Dan ditangan kalian, sebuah bambu runcing
Lihatlah kedepan, kesamping dan kebelakang
Senjata api tengah berdesing menyerang kita
Kawan - kawan kita mati tertembak timah panas
Darah mengucur, teriakan menggurita menembus suara
Lihatlah mereka yang terkapar kesakitan
Bayangkan ketakutan saat itu
Saat perjuangan untuk kemerdekaan kalian
Dan kalian berada di tengah medan pertempuran
Kini, jika engkau merasakan peluru itu menembusmu
Merasakan sakit pedih hingga meregang nyawa
Dan kau kembali ke masa kini
Melihat pengorbananmu menguap dibuang seperti sampah
Kemerdekaan yang mereka perjuangankan
Di bayar dengan kebejadan moral
Di lunas dengan minuman haram dan perzinahan
Di balas dengan pertempuran antar pemuda
Darah mereka di hargai dengan kemalasan
Dengan waktu - waktu yang terbuang
Dengan moral yang dibebaskan
Dengan semangat yang surut ditelan
Dengan apa kita bersyukur?
Tak perlu merasakan kepedihan
Tak perlu merasakan kepedihan
Hanya perlu menjaga impian pahlawan
Jadikan bangsa ini, negeri impian
Damai dalam akhlak kesantunan
Sejahtera dalam kemandirian
Renungan Merah Putih
Haruskan lebih banyak darah yang mengalir
Agar kita tahu betapa merah bendera kita
Adalah lukisan darah para pahlawan
Yang berani meregang nyawa
Demi sebuah KEMERDEKAAN
Haruskan lebih banyak kain kafan
Agar kita tahu betapa putih bendera kita
Adalah lambang kesedihan dari kematian
Yang menjadi suci demi sebuah
KEMERDEKAAN
Mari sahabat generasi harapan
Kasihan mereka para pahlawan
Darah mereka terlalu berharga untuk kita lupakan
Hingga kita lupa pada perjuangan
Mari sahabat generasi impian
Kasihan mereka para pejuang
Nyawa mereka terlalu berarti untuk kita tinggalkan
Hingga kita kupa,
Tugas kita
Meneruskan sebuah perjuangan
Meneruskan sebuah perjuangan
Yang Menjadi renungan
Merah Putih
Kita adalah harapan meraka, para pejuang kemerdekaan tak memikirkan apa yang mereka dapat dari kemerdekaan tersebut. Mereka hanya ingin negara Indonesia ini merdeka, sebagai warisan untuk anak cucu mereka yaitu kita. Mereka berjuang agar kita tak perlu merasakan ketakutan, tak perlu merasakan penjajahan, tak perlu melihat darah bertumpahan, mayat bergelimangan, tangisan - tangisan yang ditingggalkan.
Puisi cinta tanah air semoga menjadi sebuah pengingat agar kita lebih bisa berterima kasih kepada mereka sang pahlawan kemerdekaan, yang telah mengorbankan diri mereka demi kedaulatan bangsa. Semoga kita lebih bisa menjaga harapan mereka dan meneruskan perjuangan mereka agar negara ini semakin maju dan sejahtera menuju negara impian.
Puisi cinta tanah air semoga menjadi sebuah pengingat agar kita lebih bisa berterima kasih kepada mereka sang pahlawan kemerdekaan, yang telah mengorbankan diri mereka demi kedaulatan bangsa. Semoga kita lebih bisa menjaga harapan mereka dan meneruskan perjuangan mereka agar negara ini semakin maju dan sejahtera menuju negara impian.
Terima kasih telah mengunjungi artikel Puisi Cinta Tanah Air Nusantara Indonesia Yang menggetarkan semoga ada manfaatnya. Salam Perjuangan
Puisi Cinta Tanah Air Nusantara Indonesia
Puisi Cinta Tanah Air Nusantara Indonesia
Indonesia, memiliki sejarah panjang yang berliku dan syarat akan makna. Mulai dari zaman kerajaan hindu, kemudian beralih ke kerajaan - kerajaan islam hingga kemudian menjadi perebutan oleh bangsa - bangsa penjajah hingga kemudian mengalami zaman reformasi. Perjalanan bangsa ini jika kita fikir secara mendalam, saat ini, ketika anda duduk di depan komputer menikmati berbagai fasilitas dan kebebasan untuk mengakses informasi, ada banyak darah yang telah tertetes, ada banyak nyawa yang melayang demi kemerdekaan bangsa Indonesia.
Kini dengan berbagai fasilitas dan kemudahan yang dapat kita rasakan tanpa berperang, tanpa merasakan ketakutan akan terbunuh rupanya telah menenggelamkan kita pada kemalasan. Bahkan, kita lupa dengan pahlawan - pahlawan dan kita lupa dengan nasionalisme yang karena perasaan cinta tanah air inilah sehingga kemudian bangsa ini kemudian lepas dari penjajahan negara asing. Maka, mari kita tanamkan kecintaan kita pada bangsa ini, bangsa yang tanahnya kita pijak, bangsa yang airnya kita minum, bangsa yang telah menhidupi kita dan mungkin bangsa yang akan menjadi tempat peristirahatan kita.
Karena pentingnya perasaan cinta tanah air, maka admin web ingin membagikan beberapa contoh puisi cinta tanah air yang diharapkan dapat membangkitkan semangat kebangsaan serta menambah kecintaan kita pada negeri yang dikenal sebagai potongan syurga, Selamat membaca artikel tentang puisi cinta tanah air indonesia.
Puisi Cinta Tanah Air Nusantara Indonesia
Dimana kemerdekaan?
Saat kau berkata
Negara Kita Negara Merdeka
Dimana kemerdekaan itu?
Apakah pada kontrak luar negeri
Apakah pada TKI - TKI yang bekerja sendiri
Hingga pulang membawa mati
Meninggalkan bayi - bayi
Ataukah pada kekayaan alam
Yang mengenyangkan bangsa lain
Menguras simpanan ibu pertiwi
Hingga bencana melanda negeri
Apakah ini yang disebut kemerdekaan
Saat kita tertunduk
Ketika Hukum kita tak lagi terhormat
Dan Pemimpin mengekor ketakutan
Wahai pemuda,
Dimana kemerdekaan kalian
Dimana perjuangan kalian
Kemerdekaan kita direnggut
Bukan lewat senjata dan perang
Kemerdekaan kita direnggut
Olah hancurnya ahlak dan moral
Dengan Apa Kita Bersyukur?
Anakku, Mari kita berdiri di tengah imajinasi
Anakku, Mari kita berdiri di tengah imajinasi
Bayangkan wahai pemuda,
Di kepala kalian terikat kain merah putih
Dan ditangan kalian, sebuah bambu runcing
Lihatlah kedepan, kesamping dan kebelakang
Senjata api tengah berdesing menyerang kita
Kawan - kawan kita mati tertembak timah panas
Darah mengucur, teriakan menggurita menembus suara
Lihatlah mereka yang terkapar kesakitan
Bayangkan ketakutan saat itu
Saat perjuangan untuk kemerdekaan kalian
Dan kalian berada di tengah medan pertempuran
Kini, jika engkau merasakan peluru itu menembusmu
Merasakan sakit pedih hingga meregang nyawa
Dan kau kembali ke masa kini
Melihat pengorbananmu menguap dibuang seperti sampah
Kemerdekaan yang mereka perjuangankan
Di bayar dengan kebejadan moral
Di lunas dengan minuman haram dan perzinahan
Di balas dengan pertempuran antar pemuda
Darah mereka di hargai dengan kemalasan
Dengan waktu - waktu yang terbuang
Dengan moral yang dibebaskan
Dengan semangat yang surut ditelan
Dengan apa kita bersyukur?
Tak perlu merasakan kepedihan
Tak perlu merasakan kepedihan
Hanya perlu menjaga impian pahlawan
Jadikan bangsa ini, negeri impian
Damai dalam akhlak kesantunan
Sejahtera dalam kemandirian
Renungan Merah Putih
Haruskan lebih banyak darah yang mengalir
Agar kita tahu betapa merah bendera kita
Adalah lukisan darah para pahlawan
Yang berani meregang nyawa
Demi sebuah KEMERDEKAAN
Haruskan lebih banyak kain kafan
Agar kita tahu betapa putih bendera kita
Adalah lambang kesedihan dari kematian
Yang menjadi suci demi sebuah
KEMERDEKAAN
Mari sahabat generasi harapan
Kasihan mereka para pahlawan
Darah mereka terlalu berharga untuk kita lupakan
Hingga kita lupa pada perjuangan
Mari sahabat generasi impian
Kasihan mereka para pejuang
Nyawa mereka terlalu berarti untuk kita tinggalkan
Hingga kita kupa,
Tugas kita
Meneruskan sebuah perjuangan
Meneruskan sebuah perjuangan
Yang Menjadi renungan
Merah Putih
Kita adalah harapan meraka, para pejuang kemerdekaan tak memikirkan apa yang mereka dapat dari kemerdekaan tersebut. Mereka hanya ingin negara Indonesia ini merdeka, sebagai warisan untuk anak cucu mereka yaitu kita. Mereka berjuang agar kita tak perlu merasakan ketakutan, tak perlu merasakan penjajahan, tak perlu melihat darah bertumpahan, mayat bergelimangan, tangisan - tangisan yang ditingggalkan.
Puisi cinta tanah air semoga menjadi sebuah pengingat agar kita lebih bisa berterima kasih kepada mereka sang pahlawan kemerdekaan, yang telah mengorbankan diri mereka demi kedaulatan bangsa. Semoga kita lebih bisa menjaga harapan mereka dan meneruskan perjuangan mereka agar negara ini semakin maju dan sejahtera menuju negara impian.
Puisi cinta tanah air semoga menjadi sebuah pengingat agar kita lebih bisa berterima kasih kepada mereka sang pahlawan kemerdekaan, yang telah mengorbankan diri mereka demi kedaulatan bangsa. Semoga kita lebih bisa menjaga harapan mereka dan meneruskan perjuangan mereka agar negara ini semakin maju dan sejahtera menuju negara impian.
Terima kasih telah mengunjungi artikel Puisi Cinta Tanah Air Nusantara Indonesia Yang menggetarkan semoga ada manfaatnya. Salam Perjuangan
puisi dan kamut
ARTO MELLERI
Adrienne Su
Ahmet Muhip Diranas
Ahmet selcuk ilkan
Alexander Goldstain
Alice Hoffman
Amanda Hawkins
Amel Hamdi Smaoui
Amrita Pritam
Andre duhaime
Andre girrad
Andrea Hirata
Anthony Greer
Arhippa Perttunen
Arnold bennett
Arthur Rimbaud
Asik Veysel
Asrul Sani
Ataol Behramoglu
Atilla ilhan
Aziz Nesin
BUMMEI TSUCHIYA
Bai Juyi
Barth martinson
Ben Jonson
Benjamin Franklin
Best Mothers Poems
Bisa Yucel
Bob Micthley
Brandee Augustus
Brigitte DORFINGER
Cahit Kulebi
Can Yucel
Carol Lebel
Cemal sureya
Cenk sibernetika
Cerber
Cerpen
Cerpen Amrita Pritam
Chiyo Fukumasuya
Christopher Marlowe
Chrystele Goncalves
Claire Bergeron
Claire McQuerry
Cornelius Eady
Cui Hao
Cynth'ya Reed
D.H.Lawrence
DAKOTSU IIDA
Daftar Isi Tanka dari Patrick dan Daniele
Dale carnegie
Daniel Birnbaum
Daniele Duteil
Dave Austin
Deborah Landau
Deepak Chopra
Deklam Dominique
Dictionary of Tolerance and Citizenship
Dominique Chipot
Dorothea lasky
Douglas wj
Du Fu
Du Mu
Edip Cansever
Edmund Spenser
Elias Lonnrot
Elizabeth alexander
Ella Wheeler Wilcox
Emha Ainun Najib
Emoi et toi
Erin Elizabeth
Ernest Hemingway
Eva Gerlach
F William Broome
FUMI SAITO
Fazıl Husnu Daglarca
Feridun Duzagac
Florence Murphy
Francisco X alarcon
Friedrich HELLER
Gail Mazur
Gaius Valerius Catullus
Gao Qi
Gaston Miron
Gazel japanese poem-poetry
Geoffrey Chaucer
George Wither
Ginette chicoine
Glen D lovelace
Gretta B palmer
Gwendolyn brooks
HANNU SALAKKA
HARRI NORDELL
HEKIGODO KAWAHIGASHI
Haibuns
Haiku
Haiku adalah puisi pendek
Hakan savli
Han Yu
Han Yuefu
Hart Crane
Heidelore RAAB
Heidi VAN SCHUYLENBERGH
Henry Howard
Holbrook Jackson
Howard nemerov
Hugo dufort
Ingrid GRETENKORT
Ishikawa Tabuboku
Isolda Stefanel
Isolde Helga SCHÄFER
Izumi shikibu Mikki
JARI TERVO
James Whitcomb Riley
Jane Kenyon
Janick Belleau
Jean Dorval
Jeanne Painchaud
Jennifer Foerster
Joan Naviyuk Kane
John Domino
John Donne
John Keats
John Skelton
John townsend
Jorge Luis Borges
Jorie Graham
Julien Gargani
June Jordan
Jutta CZECH
KARI ARONPURO
KENKICHI NAKAMURA
KIRSTI SIMONSUURI
KUNIYO TAKAYASU
KYOSHI TAKAHAMA
Kamut galau
Kata Mutiara Rohani
Kay P M- Devenish
Kisah Tidak Murni
KoKinshu
Kobayashi Issa
Kumpulan Kata Kata Galau
Kumpulan Puisi chairil Anwar
Kumpulan cerita rakyat
Kumpulan kata Mutiara
Kumpulan puisi untuk ibu bahasa inggris
Leland waldrip
Li Bai
Li Qiao
Li yu
Lily Twinkle
Liu Zongyuan
Louis macneice
Luciano R.mendes
Luo Binwang
Lydia Maria Child
Lynda Hull
MIKIKO NAKAGAWA
MIZUHO OTA
MOKICHI SAITO
Margarita Engle
Margret BUERSCHAPER
Marilyn L taylor
Marry Hickman
Martin BERNER
Mary Jo Bang
Mary Sidney Herbert
Matro
Matsuo Batsho
Maurus Young
May Yang
Mei yaochen
Meng Jiao
Meng haoran
Michael Drayton
Michel berthelin
Michele Wolf
Mildred Barthel
Mitos dan Realitas
Monika Sok
Monika Thoma-Petit
NOVEL
Nathalie Dhenin
Nazım Hikmet
Nikki giovani
Nobuyuki Kobayashi
O
Ontrei Malinen
Opaline allandet
Orhan Veli Kanik
Oshikochi no Mitsune
Ouyang Xiu
Ozdemif Asaf
Ozdemir Asaf
POEM
PUISI ANAK ANAK
PUISI DAN KAMUT
PUISI REMAJA
Pathways to the Other
Patrici Smith
Patrick Kavanagh
Patrick Simon
Petra SELA
Philip Sydney
Philippe Quinta
Puisi Amrita Pritam
Puisi Cinta
Puisi Gombal
Puisi India
Puisi Islami
Puisi Kemerdekaan
Puisi Lingkungan Sekolah
Puisi Malaysia
Puisi Persahabatan
Puisi Tahun Baru
Puisi Turki
Puisi bahasa korea
Puisi dari turki
Puisi jawa
RENKU
REVIEW
Robbie Klein
Robert Herrick
Robertinus Agita
Ruth Stone
Ryokan
SANKI SAITO
SEISENSUI OGIWARA
SHUOSHI MIZUHARA
SUJU TAKANO
Sage Sweetwater
Samuel Daniel
Sandrine Davin
Seamus Heaney
Sejarah Puisi Cina
Sejarah Puisi Jepang
Sezen Aksu
Sharon Wang
Shedding light
Shiki
Sir Henry Wotton
Sir Philip Sidney
Sketsa perasaan
Soner arica
Stevens curtis lance
Su shi
Sudeep Sen
Sunay Akin
Supardi Djoko Damono
Syafira Pritami Angelina
Sydney J harris
TAEKO TAKAORI
TAKAKO HASHIMOTO
TIINA KAILA
TSUTOMU YAMAGUCHI
Taigi
Tanka
Tao Qian
Taufik Ismail
Tessa Micaela
The song of hiawatha
Thomas Campion
Thomas Nashe
Thomas Wyatt
Tom Hyland
Umit Yasar Oguzcan
W.B yeats
WS Rendra
Wallace Stevens
Wang Wei
Werner Erhard
Wilfred A peterson
William Dunbar
William Shakespeare
YAICHI AIZU
Yamamoto Eizo
Yannis ritsos
Yasuko Nagashima
Yataro
Yavuz Bulent Bakiler
Yilmaz Erdogan
Yu Hsi
Yue Fu
Zen Ikkyu
Zuhal Olcay
adrienne rich
alexander pope
anna
baca puisi gratis
cerita bersambung
cerita panjang
cerita pendek
cerpan
egypt poems
finlandia
francis
gary soto
george Herbet
george friedenkraft
james george
james wright
jessie e.sampter
john Milton
john milton
john rollin ridge
joseph addison
joseph brodsky
kalevala
kamut terbaik
kat
kata kata sedih
kumpulan pusaka
linda gregg
longfellow
luqman sastra
makoto kemmoku
marc jampole
pengertian kamut
penulis indonesia
phillip freneau
phillis wheatley
poem from egypt
poem turkh
puisi
puisi alam
puisi bahasa inggris
puisi finlandia
puisi french
puisi galau
puisi guru dan siswa
puisi inggris
puisi inggris translate indo
puisi irlandia
puisi jepang
puisi kamut terbaru
puisi kehidupan
puisi lingkungan
puisi motivasi
puisi pendek
puisi sedih dan galau
puisi sedih dan galau terbaru
puisi tentang mesir
puisi teraneh
puisi terkocak
sam levenson
sam sax
sir john suckling
ulanpurnamasari
unknown
william Blake
william wordsworth
witter Bynner













